BI Rates Turun 50 Bps, menjadi 6 persen

BI Rates Turun 50 Bps, menjadi 6 persen

Turun 50 Bps, BI Rate ke Level Terendahnya

JUM’AT, 11 NOVEMBER 2011 | 10:52 WIB
TEMPO InteraktifJakarta - Kekhawatiran Italia juga akan membutuhkan dana talangan seperti Yunani setelah yieldobligasi negara tersebut melonjak di atas 7 persen yang memicu apresiasi dolar AS dan membuat rupiah kembali melemah ke level 9.000. Bank Indonesia (BI), yang secara mengejutkan menurunkan suku bunga acuan BI Rate 50 basis poin menjadi 6 persen, juga membebani pergerakan rupiah.Turunnya suku bunga BI Rate membuat imbal hasil investasi dalam mata uang rupiah akan turun karena imbal obligasi pemerintah juga akan turun mengikuti penurunan BI Rate. Hal ini membuat rupiah melemah lebih dari 100 poin kemarin. Namun dibandingkan dengan suku bunga The Fed dan Uni Eropa, BI Rate masih cukup atraktif.

Penurunan 50 basis poin menjadi 6 persen membuat BI Rate berada di level terendahnya sejak diberlakukannya mulai Juli 2005. BI Rate sempat menyentuh level tertingginya 12,75 persen pada bulan April 2006.

Nilai tukar rupiah pagi ini pukul 10.50 WIB ditransaksikan menguat 40 poin (0,44 persen) ke level 8.960 per dolar AS. Rupiah berhasil menjauh dari level 9.000 seiring meredanya kekhawatiran masalah Eropa.

Analis Treasury Bank BNI, Nurul Eti Nurbaeti, mengungkapkan, rupiah melemah cukup dalam, bahkan sempat melemah hingga di atas 9.000 per dolar AS. “Keputusan bank sentral memangkas BI Rate 50 basis poin sontak mengejutkan pelaku pasar,” kata Nurul.

Setelah BI memangkas suku bunganya menjadi 6 persen, para pelaku pasar akan menata kembali portofolio investasinya. Ancaman perlambatan ekonomi global di tengah rendahnya inflasi membuat BI melakukan antisipasi dengan memangkas BI Rate 50 basis poin. Sikap ini patut diacungi jempol. “Sikap ini dinilai oleh pelaku pasar cukup proporsional dan bukannya over reacted atas kondisi global yang cenderung diwarnai ketidakpastian,” paparnya.

Pergerakan rupiah tidak banyak bereaksi atas hasil Rapat Dewan Gubernur BI karena tekanan dolar terhadap rupiah meningkat sejak awal perdagangan kemarin.

Nurul memprediksikan rupiah hari ini akan ditransaksikan konsolidasi di kisaran antara 8.965 hingga 9.020 per dolar AS. Tekanan dolar AS masih akan tetap tinggi kendati konsistensi BI untuk menjaga mata uangnya bisa menjaga pelemahan rupiah lebih jauh.

source, read more :  http://goo.gl/1dQ56

Postingan Terkait Lainnya :


Diskusi Bisnis Online via Facebook Comment

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>